ikntoday.id, Samarinda – Kondisi jalan berlumpur dan terhentinya pembangunan Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) yang menghubungkan wilayah Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) menimbulkan hambatan serius bagi mobilitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Situasi ini memicu kekhawatiran publik, namun pemerintah provinsi memastikan komitmennya untuk segera menuntaskan permasalahan tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdul Rahman Agus, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud menunjukkan keseriusan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman.
“Beliau (Gubernur) berkomitmen membangun jalan Kubar–Mahulu. Saya akan terus mengawal agar pembangunan ini menjadi prioritas,” ujar Agus, yang merupakan perwakilan dari daerah pemilihan Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Ia menyebutkan, aspirasi masyarakat telah disampaikan langsung kepada Gubernur dan Ketua DPRD Kaltim, dan kini mulai direspons dengan langkah nyata. “Kita sudah beberapa kali bertemu langsung dengan Gubernur dan Ketua DPRD. Insha Allah, tahun ini akan direalisasikan,” ungkapnya. (07/05/2025)
Agus menilai, jalan penghubung Kubar–Mahulu bukan sekadar sarana transportasi, melainkan menjadi nadi utama kehidupan masyarakat. Infrastruktur ini sangat vital dalam menunjang mobilitas warga, kelancaran distribusi barang, hingga akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Selain pembangunan jalan, Agus juga menyoroti mandeknya proyek Jembatan ATJ di Kecamatan Melak akibat kendala teknis dan administratif. Namun, ia membawa kabar positif dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
“Kami sudah bahas bersama Pak Bupati Edwin. Insha Allah, pembangunan Jembatan ATJ mulai dikerjakan tahun ini,” tegasnya.
Agus berharap komitmen bersama antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Barat dapat segera mewujudkan pembangunan infrastruktur yang menjadi harapan besar masyarakat di dua kabupaten tersebut. (Adv).
